Belajar Optimis dari Sosok Sederhana Jamal, Penjual Boboko

Belajar Optimis dari Sosok Sederhana Jamal, Penjual Boboko

Sebagian besar Anda mungkin sudah tak pernah lagi melihat atau bahkan ada yang sama sekali tak mengenal boboko. Namun, di tangan seorang remaja bernama Jamal, boboko adalah sumber penghidupan. Keranjang bakul ini jadi sumber penghasilannya yang dijual dengan cara berkeliling. Oleh sebab itulah, sosoknya patut dapat asuransi wakaf Allianz.

Berjualan Boboko

Boboko adalah keranjang atau bakul yang biasanya digunakan sebagai wadah menyimpan sesuatu. Boboko ini sendiri terbuat dari serat tanaman yang dianyam dan pada bagian atasnya bisa dibuka ataupun ditutup dengan penutup yang sudah disediakan. Sekilas, boboko ini sangat sederhana dan tampak cantik.

Namun, karena eksistensinya yang tak lebih tahan lama bila dibandingkan penyimpanan lain seperti ember atau keranjang plastik, boboko kini tak begitu laku lagi. Meski peminatnya tidak sebanyak dulu, bukan berarti tak ada lagi yang mau membelinya. Inilah yang mungkin ada di dalam pikiran Jamal.

Belajar Optimis dari Sosok Sederhana Jamal, Penjual Boboko

Bila kebanyakan anak seusianya asik nongkrong atau sibuk dengan pacaran, Jamal yang masih berusia 16 tahun lebih memilih untuk berpanas-panasan berjualan kerangjang boboko. Ia sengaja mengambil tempat yang cukup ramai, pasar atau terminal adalah tempatnya biasa mangkal, berharap ada saja orang yang datang membeli barang dagangannya.

Ia tak sendiri. Ia berjualan bersama sang nenek yang sudah lanjut usia. Remaja kelas X sebuah Madrasah Aliyah Negeri ini selalu senantiasa membantu sang nenek untuk berjualan boboko setiap hari sepulang sekolah. Tujuannya hanya satu, bisa menjual boboko sebanyak-banyaknya dan membahagiakan sang nenek.

Ke depannya, ia berharap menjadi seorang yang sukses dan tak lagi membuatnya serta sang nenek harus panas-panasan setiap hari hanya untuk berjualan boboko. Selama ini, Jamal hanya tinggal bersama sang nenek. Ayah dan ibunya sudah lama berpisah dan ia tak mau mengikuti salah satu di antaranya.

Meski harus berjualan panas-panasan dan tak bisa menghabiskan waktu seperti kebanyakan temannya, Jamal tak pernah mengeluh dan mengaku malu. Baginya, selagi pekerjaan yang dikerjakannya bermanfaat, untuk apa malu. Daripada bermain dan melakukan hal yang tak bermanfaat lain, lebih baik berjualan saja.

Anak yang Tergolong Pintar

Jamal sebenarnya anak yang tergolong pintar di sekolahnya. Ia juga selalu mendapatkan juara. Warga Kampung Ciakak RT 02 RW 07, Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut ini juga sangat penyabar. Hal itu bisa dilihat dari bagaimana ketangguhannya menjalani hidup bersama sang nenek setelah kedua orang tuanya berpisah.

Meski hidupnya saat ini lebih sulit dari ketika orang tuanya masih bersama, hal ini tak membuatnya menyerah dengan keadaan. Ia selalu yakin dan menjalani hari dengan penuh harapan. Suatu saat, ia berharap bisa bahagia dengan kucuran keringat dan lelah yang telah ia lalui selama ini

Asuransi Allianz Wakaf

Meski masih duduk di bangku sekolah, Jamal tak pernah menyerah dengan keadaan meski keadaannya juga tak baik. Oleh sebab itu, ia pantas untuk dapat perlindungan asuransi Allianz wakaf yang bisa memberinya banyak manfaat perlindungan seperti perlindungan asuransi jiwa dasar, penyakit kritis, cacat tetap total dan masih banyak lagi.

Tak salah bila Jamal terpilih sebagai salah satu penerima asuransi wakaf dari Allianz. Dengan keterbatasan yang ia miliki saat ini, tentunya berbagai perlindungan yang diberikan dari asuransi itu akan sangat bermanfaat. Tentu saja, hal itu juga mendatangkan manfaat untuk Anda, yakni pahala yang terus berlimpah dan kenyamanan sebab bisa bantu orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *